Langsung ke konten utama

artikel keperawatan


TERINFEKSINYA MANUSIA PADA PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (HIV/AIDS)

Salsa rosananda sakinah
S.Tr Keperawatan lawang


ABSTRAK : manusia pada zaman sekarang itu sudah banyak yang melakukan pergaulan bebas dan seks bebas jadi terjadilah penyakit seksual yang menular yaitu HIV/AIDS. Penyakit ini pasti memiliki beberapa penyebab dan juga pencegahan terhadap penyakit HIV/AIDS, Dalam penyakit HIV/AIDS ini miliki banyak tahap yang belum kita ketahui karena pada tahap pertama penyakit ini belum bisa terdekteksi dan untuk dokter anjuran agar pasien segera di obati melewati tahapan tingkat yang akan menentukan tindakan dokter terhadap pasien ada beberapa faktor lingkungan yang pempengaruhi pasien. Pada Asuhan keperawatan dan juga pengobatan sudah memilki penyelasainya. jadi penyakit HIV/AIDS penyakit yang menular akibat kita sendiri dan bagaimana menjaga dan mencegah terjadinya penyakit HIV/AIDS yang akan menyebar kesemua orang dan diri sendiri.
KATA KUNCI : penyakit HIV/AIDS , manusia , dan penderita
PENDAHULUAN
            HIV merupakan salah satu penyakit berbahaya di dunia dan sekarang sudah menyebar dimana - mana, contonya saja Negara kita sendiri sudah banyak.  Di Indonesia bagaimana tidak banyak ? ini dikarenakan yaitu pergaulan bebas , poligami tidak sehat dan juga pasangan yang melakukan seks bebas. Ada beberapa pendapat tentang HIV/AIDS, memurut KEMENTRIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RI (2008 : 17) “HIV dan AIDS adalah suatu sindrom (kumpulan gejala ) yang menyebabkan turunnya  / hilangnya sistem kekebalan tubuh manusia.” Menurut Setiawan, H. H. (2007). “HIV/AIDS dapat menyebabkan kematian seseorang secara perlahan. Virus ini sampai sekarang belum ada obatnya, sehingga lebih baik mencegah untuk tidak tertular .” Menurut Sarikusuma, H., Hasanah, N., & Herani, I. (2012). Penyakit HIV/AIDS adalah sebagai penyakit kutukan akibat perbuatan menyimpang karena penyakit HIV/AIDS begitu melekat pada orang-orang yang melakukan penyimpangan seperti PSK (Pekerja Seks Komersial), gay, pelaku seks bebas dan pengguna narkoba suntik.”, Menurut Siboro, H. K. (2014). Penyakit HIV/AIDS orang yang terinfeksi virus HIV/AIDA ini lebih mudah terdiskriminasi dan terstigma pada masyarakat karena masyarakat takut tertular padahalnya penyakit ini tertularnya hanya melewati sesuatu seperti jarum suntik dan bersentuhan tubuh. Dan menurut Saif, A. (2017) HIV/AIDS penyakit yang penularanya melalui hubungan seksual secara berlebihan dan bebas. HIV ini menyerang anak- anak remaja dan juga dewasa , yang banyak memiliki penyakit HIV adalah seorang perempuan karena perempuan dibagian vagina itu lebih mudah terjangkit penyakit di sebabkan bakteri, virus dan juga kuman. Pada umumnya sebuah penyakit pasti memiliki penyebab tapi ini HIV adalah penyebab akan terjadinya AIDS.  
PENYEBAB
            Penyebab terjadinya penularan HIV pada tubuh manusia KEMENTRIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RI ( 2008 : 17) berikut menyatakan :
1.       Melalui hubungan seksual yang tidak memakai pelindung dengan orang yang terinfeksi HIV
2.      Melalui trasfusi darah,  transplansi organ dan juga ibu hamil yang terinfeksi/ tercemar HIV.
3.      Melalui jarum suntik atau alat tusuk lainya (akupuntur, tindik,) yang terinfeksi/tercemar HIV.
Penyebab terjadinya HIV ini faktornya rata – rata dari manusia sendiri yang tidak berhati – hati ,tidak menjaga kesehatannya sendiri dan juga kerbersihan diri. Pada hubungan seksual ini di mana –mana laki - laki lebih suka bermain dan bergonta – ganti pasangan karean sebuah kepuasan dan sebuah kenikmatan tetapi ini salah di bidang agama dan di bidang kesahatan , seorang wanita yang berganta ganti pasangan pasti akan memiliki penyakit seksual .menurut Pratiwi, N. L., & Basuki, H. (2011) penularan HIV/AIDS pada masa remaja ini sangat rentan karena pergaulanan yang baru dan bebas yang memilki mobilitas sosial yang paling tinggi dibandingkan masa usia lainnya.
PENCEGAHAN
Semua manusia pasti tidak ingin memiliki penyakit apapun apalagi penyakit seksual  seperti HIV/AIDS jadi setiap orang harus tau bagaimana cara pencegahan terhadap penyakit HIV menurut LINA, R. K., & Hakimi, M (2008) upaya pencegahan dan penularan terhadap keturunan dengan cara menggunakan kondom saat berhubungan dan saat melahirkan lebih baik konsultasi kepada orang pada bidang kesehatan, upaya pencegahan yang lain dilakukan tenaga kesehatan mulai dari penyuluhan dari daerah – daerah sekitar, diakan pemeriksaan gratis sdari darah sampai sekret vagina pada WPSL yang berada di pusat- pusat lokasi menurut (Purnamawati, D. 2013). Pada seorang remaja juga lebih di tekankan dengan pacaran sehat dan juga tidak terlibat pergaulan yang membuat mengunakan narkoba jalur sutik yang secara bersamaan dan juga orang tua hari sering mengawasi kegitan setiap anak.
TAHAPAN HIV/AIDS
      Setelah terdeteksi penyakit HIV setiap penyakit pasti memiliki tahap atau proses akan pembentukan virus. Tahap – tahap HIV menjadi AIDS menurut dokter sehat (2018) :
1.      Tahap 1 : pada manusia memiliki penyakit HIV pada tahap ini  masih belum benar – benar terdekteksi. Penderita HIV tidak ada tanda – tandanya dan tubuh penderita tampak sehat dan merasa sehat.
2.       Tahap 2 : pada tahap ini virus mulai berkembang biak tetapi masih tidak ada tanda – tanda akan penyakit HIV karena butuh masih tampak sehat dan merasa sehat dan saat tes kesehatan sudah bisa terdeteksi.
3.      Tahap 3 : sistem kekebalan semakin menurun , nafsu makan berkurang dan pada tahap ini mulai muncul gejala infeksi oportunistik contohnya : diare terus – menerus dan flu yang tak kunjung sembuh
4.      Tahap 4 : kondisi tubuh sudah tidak bisa apa – apa dikarenakan kekebalan tubuh semakin melemah penyakit apa pun bisa menyerang dengan mudah, pada tahap ini kemungkinan untuk sembuh itu sangat sulit dari penyakit AIDS.
Pada tahap 1- 2 di sebut dengan HIV sedangkan pada tahap 3 – 4 disebut dengan AIDS mengapa dibedakan karena pada orang terdeteksi HIV masih kemungkinan bisa sembuh karena virus masih masih belum – belum sempurna menyebar , sedangkan AIDS tahap ini virus sudah sempurna dan juga virus sudah menyebar dimana – mana  sangat sulit untuk kemungkinan sembuh dari penyakit seksual yang sangat berbahaya ini.
TINGKATAN HIV/AIDS
            Pembagian klinis HIV/AIDS ada 4 tingkatnya menurut Rahakbauw, N. (2016) tingkat klinis 1 : Asiptomatik/LGP, tingkat klinis 2 : dini, tingkat klinis 3 : menengah , tingkat klinis 4 : lanjut. setiap tingkatan berbeda proses dan juga resiko terhadap kekebalan tubuh manusia. Pada tingkatan dan tahap berbeda dimana di suatu tahapan untukmengetahui berapa besar penyakit itu sudah di dalam tubuh manusia tersebut, sedangkan untuk tingkat itu untuk mengukur tindakan seorang dokter mengobservasi sebuah penyakit untuk di tindak lanjutin.
FAKTOR – FAKTOR LINKUNGAN
            Seseorang yang memiliki penyakit HIV/AIDS akan mengalami resiko dalam lingkungan sekitar ada beberapa faktor yaitu faktor biologis , faktor ekonomi, dan faktor sosial budaya. Menurut (Butt, L., Djoht, D. R., Numbery, G., Peyon, A. I., & Goo, A. 2010).  Faktor – faktor tersebut sangat mempengaruhi hidup seorang manusia yang memiliki penyakit HIV/AIDS.
KARATERISTIK
            Pada umumnya setiap penyakit pasti punya karateristik pada orang yang memilikinya. Persentase yang paling banyak memiliki penyakit HIV/AIDS yaitu sebanyak 61,4% pada umur 31- 40 tahun. Pada tingkat SMP sebsar 43,2% sedangkan pada seorang sudah menikah dan cerai yaitu 40,9% dan pada orang dewasa yang sudah berkerja sekitar 77,3% menurut (Budiman, N. A., Istiarti, T., & Syamsulhuda, B. M. 2008).  pada negara indonesia sangat ditekankan agar tidak melakukan seks bebas tapi mengapa indonesia masih banyak orang yang memiliki penyakit HIV/AIDS.

ASUHAN KEPERAWATAN
pengertian tentang asuhan keperawatan kegiatan yang di berikan dar perawat untuk pasien dan keluarganya. terhadap penyakit HIV/AIDS menurut Nursalam, D. K., & Dian, N (2007) ”perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS sangat berbeda untuk tiap individu, ada yang merasa biasa - biasa saja dan ada yang merasa takut, cemas dan serta was-was.” Setiap orang dalam memberikan pemikiran agar tetap tenang saat menaggani dan menyakinkan  pasien, agar saat kita melakukan pemeriksaan apapun pasien tersebut merasa nyaman dan terlindungi.  pendapat yang lain tentang asuhan keperawatan yaitu asuhan keperawatan merupakann pelayanan kesehatan yang memberikan secara holistik menurut ( Vitriawan, W., Sitorus, R., & Afiyanti, Y. 2007).
PENGOBATAN
Pengobatan HIV/AIDS sangat sulit dilakukan dengan obat- obatan tetapi seluruh dunia sedang mencari bagaimana menyembuhkan penyakit itu dan sekarang ada solusi sementara yaitu menggunakan pengobatan tradisional dengan cara terapi antiretrovirus (ART/ARV) seperti azidotind (AZT) terapi ini fungsinya sebagai penghambat virus untuk melakukan perusakan pada organ tubuh manusia dan ini lakukan secara rutin sesuai resep dokter menurut ( Ani kustini 2016).
KESIMPULAN
            Jadi penyakit HIV/AIDS ini sangat berbahaya bagi manusia karena sampai sekarang belum ada pengobatan tapi sekarang ada hanya pencegahan agar virus tidak menyebar dengan cepat kesluruh tubuh. Semua harus bisa melakukan pencegahan terhadap diri sendiri agar terhindar dari penyakit tersebut dengan cara mencari tau apa penyebabnya dan juga melihat karateristik setiap tahunnya. Dalam asuhan keperawatan hanya bisa melayani dengan baik kepada orang yang memilki penyakit HIV/AIDS. Saran dari saya menjadi orang sehat memang sangat sulit tetapi jika semua orang berusaha untuk menjadi orang sehat pasti bisa terwujudkan, buat para remaja harus bisa menjaga pertemanan dan pergaulan pada zaman sekarang. Ingat MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI.


DAFTAR RUJUKAN
Budiman, N. A., Istiarti, T., & Syamsulhuda, B. M. (2008). Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik wanita pekerja seks (wps) jalanan dalam upaya pencegahan IMS dan HIV/AIDS di sekitar alun-alun dan candi prambanan kabupaten klaten. The Indonesian Journal of Health Promotion (Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia)3(2), 120-126.
Butt, L., Djoht, D. R., Numbery, G., Peyon, A. I., & Goo, A. (2010). Stigma and HIV/AIDS in highlands Papua. Pusat Studi Kependudukan-UNCEN.
LINA, R. K., & Hakimi, M. (2008). Upaya pencegahan transmisi dari ibu ke anak pada ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS di Kota Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Nursalam, D. K., & Dian, N. (2007). Asuhan keperawatan pada pasien terinfeksi HIV. Jakarta: Salemba Medika.
Pratiwi, N. L., & Basuki, H. (2011). Hubungan Karakteristik Remaja Terkait Risiko Penularan Hiv-aids Dan Perilaku Seks Tidak Aman Diindonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan14(4 Okt).
Rahakbauw, N. (2016). Dukungan Keluarga Terhadap Kelangsungan Hidup ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). https://osf.io/g53cj/wiki/home/
RI, K. N. P. P. (2008). Pemberdayaan perempuan dalam pencegahan penyebaran HIV-AIDS. Jakarta: sn, Tahun.
Saif, A. (2017). Analisis Faktor Risiko Penyakit Hiv/Aids dengan Metode Regresi Logistik (Studi Kasus di RSU DR. Pirngadi)
Sarikusuma, H., Hasanah, N., & Herani, I. (2012). Konsep diri orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menerima label negatif dan diskriminasi dari lingkungan sosial. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi7(1), 2.
Setiawan, H. H. (2007). Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Score dalam Mencegah Penyebaran HIV/AIDS. Sosio Konsepsia, 23-32.
Siboro, H. K. (2014). Pengaruh dukungan keluarga terhadap keberfungsian sosial orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Rumah Singgah Caritas PSE Medan. Welfare StatE2(4).
Vitriawan, W., Sitorus, R., & Afiyanti, Y. (2007). Pengalaman Pasien Pertama Kali Terdiagnosis HIV/AIDS: Studi Fenomenologi Dalam Perspektif Keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia11(1), 6-12.
Purnamawati, D. (2013). Perilaku Pencegahan Penyakit Menular Seksual di Kalangan Wanita Pekerja Seksual Langsung. Kesmas: National Public Health Journal7(11), 514-521.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL BAHASA INDONESIA

PUDARNYA KENCINTAAN PADA PEMUDA MILLENIAL TERHADAP BAHASA INDONESIA Salsa Rosananda Sakinah S.Tr Keperawatan Lawang Salsasakinah17@gmail.com Bahasa indonesia salah satu bahasa melayu yang diresmikan mejadi bahasa indonesia. Bahasa indonesia sudah tercantum pada sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa indonesia adalah bahasa indonesia, tetapi sekarang pemuda mengngap remeh bahasa indonesia dan lebih baik bahasa gaul, bahasa gaul adalah bahasa yang dijadikan lebih simpel dan dilebih – lebihkan, biasanya bahasa gaul dan bahasa asing digabungkan disebut bahasa campuran. Pemuda sekarang lebih suka kata singkat yang di anggap berlebihan. tindakan ini sama seperti bangsa luar contohnya “ this is for you, ok?” dibahasa asingkan menjadi “ this is 4 u, k?”. Sikap seperti itulah yang menyebabkan pemuda indonesia lebih suka bahasa gaul maupun bahasa asing karena dianggap lebih mudah dan singkat.   Pemuda sekarang lebih mengikuti ...

ARTIKEL BAHASA INDONESIA

MENULIS ARTIKEL ILMIA ANTI PLAGIASI BERTEMA KEPERAWATAN Salsa rosananda sakinah S.Tr Keperawatan lawang Salsasakinah17@gmail.com Kemajuan teknologi bisa membuat semua orang senang dan mendapatkan informasi, di kemajuan yang lain bagi mahasiswa sekarang lebih di utamakan mengerjakan tugas seperti artikel , makalah dan skiripsi mengerjakanya anti plagiasi. Apa kalian tahu apa itu plagiasi ? jadi plagiasi adalah salah satu pelanggaran yang di sebabkan dengan cara menipu dan mencuri tanpa memberi tahukan kepada penulis ini bertentangan dengan asas etika dan undang – undang menurut ( Rosman, A. S., Hassan, A. M., Suratman, A., Ripin, M. N., & Marni, N. 2008 ). Dan menurut Arista, R. F. (2015) plagiasi merupakan tindakan secara di sengaja maupun tidak disengaja dam memperoleh atau mencoba untuk kredit atau mencari nilai pada suatu karya ilmiah . Plagiasi itu memang sangat membahayakan mengakibatkan bisa masuk penjara hanya gara – gara menyalin pendapat orang ke dalam tu...